(123)456 7890 demo@coblog.com

Pengertian Repeater, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan

Pengertian Repeater, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan

Definisi repeater

pengertian-repeater

Secara bahasa, kata repeater berasal dari bahasa Inggris yaitu “Repeat” yang artinya pengulangan. Dari segi terminologi, definisi repeater adalah repeater atau, jika lengkap, alat yang memiliki fungsi untuk mengulang sinyal dengan lebih mudah, atau bahkan meneruskannya ke area sekitar perangkat.

Yang dimaksud repeater adalah alat atau alat yang memiliki fungsi untuk mendistribusikan jangkauan sinyal. Sinyal wifi yang tidak terjangkau oleh sinyal dari server digunakan untuk dapat menerima sinyal wifi.

Untuk dapat memenuhi hal tersebut, repeater ini dibagi menjadi dua perangkat yaitu sebagai penerima sinyal dari server (client) dan sebagai penyalur sinyal WiFi (access point). Repeater di dalam ruangan adalah perangkat yang dipasang di beberapa titik di jaringan untuk memperbaharui sinyal sehingga kembali ke kekuatan dan bentuknya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan jarak yang dapat dicapai. Ini diperlukan karena sinyal berubah bentuk dan juga menjadi lebih lemah selama transmisi. Repeater di dalam ruangan terdiri dari antena Yagi yang menerima sinyal dari luar ruangan. Selain itu, kemudian diteruskan ke booster untuk amplifikasi. Kemudian dikirim dengan antena omni, yang membuat sinyal lemah di area ini menjadi lebih kuat.

Fungsi pengulang

Herlambang dan Aziz (2008) menyatakan bahwa repeater ini bertindak sebagai penguat sinyal dengan menerima sinyal dari satu segmen kabel, setelah itu mentransmisikan kembali sinyal dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lainnya.
Fungsi repeater meliputi:

  • Untuk menutupi sinyal lemah dari server (pemancar)
  • Untuk memfasilitasi akses ke sinyal WIDI dari server.
  • Untuk dapat memperluas jangkauan sinyal dari server atau pemancar.

Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN yang membutuhkan protokol lapisan fisik yang sama untuk digunakan di antara segmen kabel. Dalam contoh, repeater dapat menghubungkan dua segmen kabel Ethernet 10BASE2.

Jenis repeater

Berikut ini adalah jenis-jenis repeater, di antaranya sebagai berikut:

Repeater telepon

Telephone Repeater Merupakan jenis repeater yang dipasang pada saluran telepon dan sinyalnya menurun karena jarak yang jauh, sehingga sinyal yang diterima oleh pengguna telepon dapat lebih longgar.

Repeater untuk komunikasi optik

Repeater untuk komunikasi optik adalah jenis repeater yang memiliki fungsi memperkuat jangkauan sinyal kabel serat optik. Untuk jenis repeater ini, terdapat informasi digital di dalam kabel serat optik yang secara fisik terlihat sebagai pulsa cahaya yang terdiri dari foton yang dapat tersebar melalui pengacakan acak di kabel serat optik.

Repeater radio

Repeater Radia merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi memperkuat sinyal radio. Pada dasarnya repeater jenis ini memiliki antena yang berfungsi sekaligus sebagai penerima dan pemancar.
Jenis repeater ini mengubah frekuensi sinyal yang dapat diterima sebelum mengirimnya kembali. Sinyal yang ditransmisikan melalui sinyal repeater ini dapat menembus objek yang mengganggu.

Bagaimana repeater bekerja

Fungsi repeater harus dapat memperluas jangkauan jaringan WiFi. Ini dapat dicapai dengan menerima sinyal data dan kemudian mengirimkannya kembali.

Sebelum dilakukan transmisi ulang, sinyal telah masuk ke repeater, yang pertama diperkuat dengan dua komponen dasar yang bertugas menerima data sinyal dari pemancar, dan kedua, mengirimkan kembali data sinyal tersebut.

Setelah menerima data sinyal dari transmitter, repeater melakukan perubahan frekuensi sehingga dapat memperoleh keuntungan untuk sinyal data yang ditransmisikan lebih kuat. Namun sinyalnya juga lebih kuat dan memiliki jangkauan yang lebih luas.

Repeater ini memiliki dua (2) sistem yang umum digunakan. Sistem repeater dalam jaringan disebut repeater analog dan repeater digital.

Yang dimaksud dengan repeater analog adalah sistem repeater yang mengirimkan sinyal data berupa data analog. Repeater analog ini mengkonsumsi energi listrik sesuai dengan amplitudo atau jumlah yang dikirim. Sementara itu, ia mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital sehingga repeater digital dapat digunakan. Data tersebut dikirim dalam bentuk biner yang diwakili oleh angka 1 dan 0 serta terdapat proses tambahan pula.

Keuntungan dan kerugian repeater

Di bawah ini adalah kelebihan dan kekurangan repeater. Penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut:

Keuntungan repeater

Manfaat repeater meliputi:

  • Perangkat digital yang menguatkan, mengubah, atau menggabungkan salah satu fungsi sinyal input digital saat ditransmisikan ulang.
  • Repeater ini memproses sinyal fisik yang sebenarnya. Oleh karena itu jangan mencoba menafsirkan data yang dikirimkan
  • Dapat memperkuat sinyal
  • Repeater Omo bekerja pada tingkat fisik, tingkat pertama model OSI
  • Perangkat analog yang memperkuat input sinyal apa pun jenisnya (analog atau digital).

Kurangnya repeater

Kekurangan dari repeater adalah sebagai berikut:

  • Tembaga untuk serat
  • Memperluas jarak fisik perangkat jaringan
  • Repeater harus ditempatkan pada level yang tinggi
  • Tidak terlalu mempengaruhi kinerja jaringan tertentu yang terhubung ke media yang berbeda.

Sekian, dan terimakasih telah membaca tentang pengertian repeater, fungsinya, jenisnya, cara kerjanya, pro dan kontranya. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas semoga bermanfaat untuk anda.

Sumber :