(123)456 7890 demo@coblog.com

Imperialisme adalah – Latar Belakang, Tujuan, Sebab, Dampak

Imperialisme adalah – Latar Belakang, Tujuan, Sebab, Dampak

Definisi imperialisme

pengertian-imperialisme

Imperialisme adalah kebijakan di mana suatu negara besar dapat mengambil kendali atau pemerintahan atas wilayah lain sehingga negara tersebut dapat bertahan atau berkembang.

Secara terminologi, imperialisme adalah kebijakan suatu negara besar yang menguasai atau mengatur wilayah lain untuk memelihara atau mengembangkannya.

Pertama kali imperialisme ini muncul dari Inggris pada akhir abad ke-19. Pada saat itu, Perdana Menteri Inggris memperluas Kerajaan Inggris (perluasan wilayah) hingga menjadi sebuah “kerajaan” yang meliputi seluruh dunia.

Kebijakan yang diterapkan mendapat dorongan kuat, sehingga kelompok oposisi khawatir kebijakan yang diterapkan akan menimbulkan krisis internasional. Kelompok atau kelompok yang mendukung sikap pemerintah Inggris pada saat itu dikenal sebagai kelompok impire atau imperialisme.

Imperialisme adalah kebijakan untuk mengontrol (dengan paksa) seluruh dunia demi dirinya sendiri, yang dibentuk sebagai sebuah kerajaan. Imperialisme adalah kebijakan yang berlaku di seluruh kekaisaran.

Pahami imperialisme menurut para ahli

Berikut pengertian imperialisme menurut para ahli, diantaranya:

Alan Bullock (1986: 409)

Menurutnya, imperialisme adalah penaklukan rakyat satu negara di wilayah lain dengan menegakkan hukumnya melalui kekuasaan dan mengeksploitasi orang asing tersebut secara ekonomi dan finansial.

Henry Pratt Fairchild (1977: 150)

Imperialisme adalah suatu kebijakan dan juga praktik perluasan suatu negara ke negara lain dengan cara mencaplok secara paksa wilayah yang berbatasan dengan negara atau dengan mengambil wilayah kolonial, koloni, dan kawasan lindung negara lain.

Lenin

Menurutnya, imperialisme adalah sistem ekonomi politik yang berarti proses ekonomi yang memanifestasikan dirinya atau memanifestasikan dirinya dalam keputusan politik.

Tujuan imperialisme

Di bawah ini adalah tujuan imperialisme, termasuk:

  • Mampu menyebarkan ide dan budaya barat ke seluruh dunia.
  • Aturan atau dominasi dunia yang diatur secara politik adalah kerajaan dunia
  • Berupa kerajaan atau hegemoni yang berdimensi kontinental
  • Pengaruh yang lebih besar daripada kekuatan lokal.

Jenis Imperialisme

Berikut ini adalah jenis-jenis imperialisme, diantaranya sebagai berikut:

1. Imperialisme secara umum

Secara umum imperialisme dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

Imperialisme lama

Imperialisme lama didasarkan pada semboyan emas, injil dan ketenaran (kekayaan, penyebaran agama dan ketenaran). Satu negara merebut negara lain untuk menyebarkan agama, memperoleh kekayaan dan juga meningkatkan ketenarannya. Imperialisme ini terjadi sebelum revolusi industri dan juga dipimpin oleh Spanyol dan Portugal.

Imperialisme modern

Imperialisme modern ini mementingkan kemajuan ekonomi. Imperialisme modern muncul setelah revolusi industri. Akibat revolusi industri, industri skala besar membutuhkan banyak bahan baku dan jangkauan pasar yang luas. Mereka mencari koloni yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku, pasar hasil industri, dan lokasi penanaman modal berlebih.

2. Imperialisme menurut wilayah / sektor

Sedangkan tergantung dari wilayah pergerakan / sektor dan tujuan imperialisme, imperialisme dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

Imperialisme politik

merupakan gerakan yang dilakukan untuk menguasai berbagai jalur politik. Imperialisme politik ini dapat atau dapat diamati pada masa Partai Demokrat, di mana berbagai kandidat politik merupakan bagian dari seseorang atau tokoh yang menduduki jabatan politik. Tidak hanya itu, imperialisme politik ini bisa dilihat di lembaga legislatif, di mana terjadi perebutan kursi dan juga sebagian besar kursi yang bisa atau bisa menang melawan suatu keputusan atau rumusan politik.

Imperialisme Ekonomi

Yang dimaksud dengan imperialisme ekonomi adalah gerakan atau tindakan untuk merebut atau menguasai jalur ekonomi, seperti peredaran modal, saham, sektor industri dan sebagainya. Masalah imperialisme ekonomi merupakan cara yang dilakukan untuk memfasilitasi tindakan penentangan dalam bentuk imperialisme politik.

Imperialisme Budaya

Ini adalah tindakan yang diambil dengan mengendalikan jiwa (ide, geest, pikiran) negara lain. Budaya itu terletak pada jiwa bangsa. Keinginan untuk menghilangkan budaya suatu bangsa dan juga menggantinya dengan budaya imperialisme.

Imperialisme Militer

Ini adalah keharusan yang dilakukan dengan menguasai kawasan strategis dalam bentuk ancaman atau aksi militer. Hal ini dapat atau dapat disaksikan oleh berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di masing-masing negara lain. Hal ini tentunya akan memberikan ancaman terhadap kebijakan negara lawan.

Penyebab Imperialisme

Di bawah ini penyebab munculnya aksi-aksi imperialisme, diantaranya sebagai berikut:

  • Keinginan untuk bisa menyebarkan agama atau ideologi
  • Keinginan untuk menang
  • Keinginan untuk bisa mendapatkan kekayaan suatu negara
  • Keinginan untuk ikut serta mengontrol perdagangan dunia dan sebagainya

Dampak Imperialisme

Di bawah ini adalah hasil imperialisme, antara lain sebagai berikut:

1. Konsekuensi politik, termasuk:

  • Penciptaan koloni
  • Politik pemerasan
  • Perang kolonial pecah
  • Munculnya politik dunia (wereldpolitiek)
  • Munculnya nasionalisme

2. Konsekuensi ekonomi, termasuk:

  • Negara imperialis adalah pusat kekayaan, koloni, lembah kemiskinan
  • Industri imperialis tumbuh besar, perdagangan negara kolonial menghilang
  • Perdagangan dunia berkembang
  • Adanya lalu lintas dunia (wereldverkeer)
  • Modal adalah surplus serta investasi di koloni
  • Kekuatan ekonomi penduduk asli koloni menghilang

3. Konsekuensi sosial, termasuk:

  • Kaum imperialis hidup dalam kemewahan sedangkan yang terjajah kekurangan
  • Kaum imperialis maju, sedangkan yang terjajah mundur
  • Perasaan harga diri lebih banyak pada bangsa kolonial, sedangkan perasaan harga diri kurang pada bangsa terjajah.
  • Semua hak milik imperialisme, orang yang dijajah tidak punya atau punya hak
  • Munculnya gerakan Europeanization.

4. Imperialisme Militer

Kaum imperialis ingin mengontrol posisi militer suatu negara. Ini dilakukan untuk menjamin keamanan kaum imperialis untuk kepentingan agresif atau ekonomi. Tidak perlu seluruh negara diduduki sebagai koloni, cukup jika lokasi strategis suatu negara juga berarti menguasai seluruh negara di bawah ancaman militer.

Penyebab Imperialisme

  1. Keinginan untuk menang, menjadi bangsa terbesar di seluruh dunia (ambisi, eerzucht). Setiap bangsa ingin menang. Tapi di manakah batas kemuliaan itu? Jika suatu bangsa tidak dapat mengendalikan keinginan ini, maka mudahlah bangsa itu menjadi bangsa imperialis. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa setiap bangsa mengandung benih-benih imperialisme.
  2. Perasaan suatu bangsa, bahwa bangsa itu adalah bangsa yang istimewa di dunia ini (keunggulan ras). Setiap bangsa memiliki martabat. Jika harga diri ini kental, mudah menjadi sombong dan kemudian mengarah pada anggapan bahwa mereka adalah bangsa yang istimewa di dunia ini, dan berhak untuk memerintah, atau mengatur atau memimpin bangsa lain.
  3. Keinginan menyebarkan agama atau ideologi dapat menimbulkan imperialisme. Tujuannya bukan imperialisme, tapi agama atau ideologi. Imperialisme di sini hanya dapat muncul sebagai “produk bijak”. Tetapi jika penyebaran agama didukung oleh pemerintah negara, maka seringkali tujuan pertama didorong mundur dan merosot menjadi alasan untuk membenarkan tindakan-tindakan imperialisme.
  4. Lokasi suatu negara yang dianggap tidak menguntungkan secara geografis. Perbatasan suatu negara memiliki arti yang sangat penting bagi politik kenegaraan.
    Penyebab ekonomi. Penyebab ekonomi inilah yang menjadi penyebab terpenting munculnya imperialisme, khususnya imperialisme modern.
  5. Keinginan untuk memperoleh kekayaan dari suatu negara
  6. Ingin ambil bagian dalam perdagangan dunia
  7. Ingin menguasai trading
  8. Keinginan untuk memastikan industri yang berkembang

Perbedaan antara Kolonialisme dan Imperialisme

  • Kolonialisme bertujuan untuk menguras sumber daya alam negara yang bersangkutan untuk diangkut ke negara induknya.
  • Imperialisme bertujuan untuk memberikan pengaruh di semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan.

Sumber :