(123)456 7890 demo@coblog.com

Huawei incar posisi ketiga di Indonesia

Huawei incar posisi ketiga di Indonesia

Huawei incar posisi ketiga di Indonesia

Huawei-incar-posisi-ketiga-di-Indonesia

Direktur negara Huawei Devices Indonesia, Johnson Ma, mengklaim sebagai merek smartphone terbaik kedua di dunia yang mengalahkan Apple, dan mengatakan bahwa tujuan Huawei adalah untuk mengambil tempat ketiga di pasar Indonesia.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah bekerja dengan PT GND

Imperium Perkasa sebagai distributor smartphone Huawei di Indonesia.

“Dengan GND, layanan Huawei akan menjangkau konsumen lebih cepat. Tujuan kami adalah menjadi tiga besar di Indonesia,” kata Johnson setelah memperkenalkan Huawei nova 2i di Jakarta pada Senin.

Saat ini, menurut Johnson, pangsa pasar di Indonesia masih tidak merata dan agak kecil. Dia mengatakan Jawa Timur memiliki pangsa pasar sekitar 11 persen, sementara Sulawei memiliki 7 hingga 8 persen.

“Jakarta dan Jawa Barat masih lemah dan kami harus memperbaikinya lebih cepat,” kata Johnson.

Johnson optimis bahwa ini dapat dicapai, khususnya Huawei baru

saja meluncurkan Huawei nova 2i, yang memiliki tampilan layar penuh dengan rasio layar 18: 9 dan dua kamera depan dan belakang yang disebut Johnson “generasi baru dari smartphone” penawaran.

Menurut Johnson, sebagai perusahaan teknologi, Huawei selalu fokus pada pengembangan produk.

“Lebih dari 10 persen penjualan kami digunakan untuk penelitian dan pengembangan untuk memproduksi produk baru kami,” katanya.

Selain itu, Johnson mengatakan bahwa GND akan mendirikan kantor di 20 wilayah di Indonesia

, sehingga GND diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan penjualan smartphone Huawei. Huawei juga merekrut aktris muda Nikita Willy sebagai brand ambassador.

Dalam presentasinya, Johnson mengatakan bahwa Huawei mengirim 73,01 juta smartphone pada semester pertama 2017, meningkat 20,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan China ini memiliki penjualan sebesar $ 16,2 juta pada paruh pertama 2017, meningkat 36,2 persen dari tahun sebelumnya.

 

Baca Juga :