(123)456 7890 demo@coblog.com

Baju Saibatin & Pepadun – Fakta, Filosofi dan Keunikan Pakaian Adat Lampung

Baju Saibatin & Pepadun – Fakta, Filosofi dan Keunikan Pakaian Adat Lampung

Lampung sebagai propinsi yang kental akan keanekaragamannya. Hal itu cukup umum dijumpai karena warganya dikuasai tidak oleh suku yang memang sungguh berasal disana. Hal itu membuat mempunyai baju tradisi yang berbagai macam juga. Coraknya menggambarkan budaya ciri khas warga dunia timur.

Propinsi yang mempunyai lebih dari 60 % warga dari tanah Jawa ini memiliki sebuah baju lokal yang penuh akan arti dan tentu saja filosofi yang terdapat didalamnya. Ada dua tipe pakaian tradisionil yang dipunyai oleh wilayah itu. Masing-masing tentunya ada untuk lelaki dan wanita.

Baju Saibatin & Pepadun – Fakta, Filosofi dan Keunikan Pakaian Adat Lampung

Untuk wanita sendiri, ada seperti kalung berlayer lebih satu dan hiasan kepala yang harus dikenai. Pria yang menggunakan pakaian tradisi itu harus juga menggunakan hal yang lebih kurang sama dengan seperti si wanita.

Bukti Menarik Pakaian Saibatin dan Pakaian Pepadun

Minimal ada 2 jenis pakaian ada tradisionil yang dipunyai oleh Lampung. Ke-2 nya yaitu baju Saibatin dan Pepadun. Ke-2 nama itu diambil dari suku besar yang memimpin teritori itu. Bila Saibatin ialah barisan yang tempati tempat pantainya, karena itu Pepadun yakni mereka yang wafati teritori atas.

1. Pakaian Tradisionil Saibatin

Nama dari pakaian lokal wilayah itu ini berakar dari kata satu dan batin. Artinya yakni mempunyai junjungan yang tunggal. Itu memiliki arti jika beberapa orang di situ mengaku jika mereka memiliki seorang raja saja. Sebetulnya hampir serupa dengan tipe baju lokal yang satunya, tetapi ada banyak ciri-ciri yang menjadikan ditempatkan ke kelompok tertentu. Berikut salah satunya:

Aksesories yang Harus Dipakai

Suatu hal yang jadikan baju ciri khas Lampung jadi populer ialah ada sigar pada kepala wanita yang pasti harus dikenai. Ini yang membandingkannya dari tipe baju tradisi Pepadun. Walau masing-masing memakai peralatan ini, tetapi wujud yang ada dapat secara mudah dideteksi bedanya.

Pada tipe baju ini terlihat cuman mempunyai 7 buah bengkokan pada sigarnya. Banyaknya semakin sedikit dari tipe yang lain. Untuk beberapa lelaki di situ memakai tutup kepala seperti umumnya baju asli Indonesia.

Penutup kepala itu berupa kopiah yang dari kain yang ditenun. Warga lokal di situ biasa mengatakan sebagai ketupang lancip, karena berupa cukup lancip pada bagian atasnya. Hal itu membuat terlihat seperti cula atau sungu binatang.

Warna yang Memimpin

Ini sebagai elemen yang demikian menonjol ada pada pakaian Saibatin. Hal itu karena berwarna keseluruhannya terkuasai oleh merah merona. Beberapa hiasan yang digunakan kelihatan warna abu abu sampai munculkan kemilau perak. Tetapi, sering juga yang kenakan hiasan warna kuning emas untuk membikin kesan-kesan menawan dan eksklusif.

2. Pakaian Tradisionil Pepadun

Hasil budaya dari suku yang memiliki lambang kayu itu mempunyai wujud dan aksesories yang hampir serupa dengan tipe Saibatin. Dengan corak warga ciri khas daratan atas, coraknya mempunyai rupa yang memikat dan warna tertentu yang membuat siapa saja jadi kagum. Tetapi, ada ketidaksamaan di antara baju pria dan wanitanya. Berikut penuturannya:

Baju Wanita

Nyaris seperti baju dari warga pesisir Propinsi Lampung, memiliki bentuk tutup semua anggota badan. Hal itu mencermin sebuah penghormatan dan etika kesopanan yang ada dalam masyarakat. Warna yang terbanyak kuasai ialah putih bersih dengan bagian-bagian yang memiliki elemen kuning berkilau mirip emas.

Ada banyak macam atasan yang dapat diputuskan saat mengenakannya. Satu diantaranya yakni Bebe yang disebut rajutan dari pakaian tradisionil itu sampai membuat seperti lotus. Bunga yang hidup di air itu warna sama dengan supremasi bajunya hingga memang kerap digunakan oleh mereka.

Disamping itu, ada pula pakaian selappai yang disebut atasan yang tidak tutupi sampai ke lengan. Umumnya wanita memakai pakaian tambahan saat menggunakannya. Disamping itu, ada kain ciri khas warga melayu yakni rumbai ringgitan. Mereka mengenakannya pada segi bawahnya.

Ada pula tipe tapis dewa sano yang menjadi alternative pada saat memakai pakaian tradisionil. Sebetulnya ini hampir serupa dengan kain unik warga melayu, namun berbahan saja yang membuat berlainan. Bahan yang memicunya namanya sama dengan sebutannya.

Baju Laki-Laki

Peranan warna putih memang jadi ciri-ciri tertentu dari pakaian tipe ini. Untuk beberapa lelaki di situ, mereka memakai seperti baju sebetulnya ada opsi warna yang lain, yakni hitam. Penggunaannya mengikutsertakan sebuah selendang persegi yang digantungkan pada pundak dan menjulur pada dada.

Untuk bawahannya, menggunakan beberapa kombinasi. Pertama, beberapa lelaki di situ harus menggunakan celana putih dan diteruskan dengan melingkarkan sebuah kain tenunan yang warna kuning berkilau. Kemudian, baru diberi sebuah aksesori tambahan yang berbentuk unting untingan ciri khas warga melayu.

Kekhasan Baju Tradisi Lampung

1. Aksesories yang Dipakai

Pada baju pepadun, ada banyak peralatan tambahan yang harus dikenai. Salah satunya yaitu siger sebagai satu kewajiban untuk dikenai. Berikut yang membandingkan pakaian tradisionil itu dari baju lain di nusantara. Berlainan dengan siger saibatin yang mempunyai tujuh saja lengkungannya, pada baju pepadun ini punyai 9 buah.

Ada pula anting anting yang perlu digunakan, yaitu namanya subang. Umumnya dibikin dari buah pohon kenari. Hiasan ialah suatu hal yang menonjol dari baju tradisi Lampung. Itu penyebabnya, tentu beberapa wanitanya menggunakan aksesori seperti kalung. Ada 3 buah yang digunakan, yakni buah jukum, papan jajar, dan ringgit.

Rantai leher ringgit memang datang dari uang tradisionil dengan keseluruhan 9 biji. Disamping itu, ke-2 hiasan yang lain dikenai pria di situ. Di bagian kepala sebetulnya ada satu kembali perhiasan yang dikenai, yakni seraja bulan. Ini berada mengepalai siger dan sebagai mahkota mini bertingkat tingkat sekitar 5 kali.

Pada bagian tangan ada seperti gelang yang dipakai. Pemanis tangan itu minimal ada tiga jenis dan semua perlu digunakan. Sebutannya yakni gelang kano, burung, dan bibit. Ada pula seperti pendamping berupa kembang emas yang dibuat dari tembaga. Peralatan itu perlu ditempatkan di bagian belakang pinggul dan diikat memakai kain yang disebutkan bulu-bulu serti.

Untuk pria perlu memakainya, salah satunya yakni kopiah yang membubung tinggi ke atas di atas kepala. Warna dari pendamping itu sama dengan umumnya aksesori yang digunakan, yakni emas. Memiliki bentuk bergerigi pada segi luarnya. Hal itu akan membuat performa pria jadi kelihatan lebih gagah.

Ada pula hiasan pada lehernya nyaris serupa sama yang digunakan wanita. Cuman dua benda yang meramaikan tempat itu, yang pertama mempunyai bentuk seperti hasil tanaman jukum dan yang ke-2 seperti serangkaian tiga kapal. Masing-masing bermakna dan nilai yang dikandungnya. Disamping itu, beberapa pria perlu kenakan sampur yang memanjang berupa bermacam kembang.

Gelang sebagai benda yang perlu dikenai oleh mereka. Tetapi, memiliki bentuk tipis dengan beberapa tambahan wujud seperti burung simbol negara Indonesia. Saat sebelum menggunakannya, dipakai juga hiasan kano pada masing-masing tangan. Ada pula gelang benih yang ditaruh sesudah hiasan kano.

2. Kombinasi Jawa dan Melayu

Ini bisa disaksikan dari keris atau senjata tradisionil ciri khas Lampung jadi pendamping dari performa si pria. Menempatkannya pada bagian belakang punggung dengan pengikat berbentuk kain sebagai suatu hal untuk memperbaikinya. Kain itu memiliki hiasan-hiasan tertentu dan sering disebutkan dengan bulu-bulu serti.

Disamping itu, seperti adat jawa, di situ memakai sanggul dan melati yang mengepalainya untuk si wanita. Ini memperlihatkan ada penggabungan budaya dari ke-2 suku besar yang berada di nusantara itu.

Filosofi yang Dipunyai Pakaian Tradisi Lampung

1. Pakaian Tradisi Saibatin

Pada suku ini memiliki beberapa rutinitas yang memprioritaskan sebuah keluarga bangsawan. Hal itu terlihat dari makna pemberian nama suku itu yang junjung tinggi pimpinannya. Dari segi apa sebagai ciri-ciri pakaian yang digunakannya juga kelihatan lebih menawan dan eksklusif.

Warna merah berpijar sebagai identitasnya itu memvisualisasikan kesan-kesan seni dari sebuah kerajaan. Ini mendefinisikan jika kesultanan berkaitan berani untuk ambil langkah tertentu untuk meningkatkan penduduknya dan pada akhirnya menebarkan kesejahteraan pada rakyatnya. Tujuh lengkungan pada sigernya memperlihatkan jenjang pimpinan yang berada di sana.

2. Pakaian Tradisi Pepadun

Beda hal dengan baju saibatin, tipe pepadun condong kelihatan lebih biasa. Itu diperlihatkan dengan warna yang diputuskan yaitu putih. Dengan ketetapan semacam itu, kesan-kesan yang diberi tentunya berlainan. Putih bermakna yang bersih suci hingga memperlihatkan rakyat di situ yang bermoral dan patuh pada etika agama.

Meski begitu, beberapa ornament pendampingnya memperlihatkan satu keperkasaan dan doa supaya banyak ruah rezeki penduduknya. Penyeleksian warna emas yang terdapat memperlihatkan hal itu. Pengenaan hasil pohon jukum memperlihatkan sebuah keinginan supaya penggunanya yang umumnya sebagai pengantin, dapat mempunyai penghubung darah.

Perhiasan yang dikenai pada tangan memperlihatkan supaya penggunanya dapat terlindungi dari semua perilaku yang tidak bagus. Disamping itu, memperlihatkan ikatan persaudaraan yang terikat antara penduduknya.

Dalam pada itu, mahkota yang digunakan wanita di situ memperlihatkan jumlah saluran air kali yang ada pada propinsi itu. Ini sebagai simbol kemakmuran dan kedinastian yang berkembang pada zaman dulu.

Formasi Baju Tradisi Lampung

Ada banyak elemen pada baju ini. Untuk pria, mulai di atas yakni ikat kepala dan layang konci dan kekalungan yang berada di lehernya. Di badannya menggunakan baju tradisionil dan selempang. Tambahan senjata tradisionil yang diikat dengan pending bebuduk. Bawahnya menggunakan celana panjang warna sama dengan atasannya dan sinjang dan sepatu selop.

Pada wanita harus kenakan siger di kepala dan sanggul. Kalung dan semua atribut di leher sama dengan pria, tetapi ditambahkan satu kembali aksesories. Pakaiannya sama seperti yang disebut sebelumnya, dan tambahan gelang dan pending sisi dalam. Bawahan kenakan kain dan sepatu.

Itu keterangan komplet berkenaan baju tradisi Lampung yang harus dipahami. Melestarikannya sebagai salah satunya usaha pelestarian budaya nusantara. Walau tidak dikenai setiap hari, namun tetap saja baju ciri khas wilayah itu tetap perlu diturunkan ke angkatan muda penerus bangsa.

Lihat Juga:

daihatsu lampung
sewa mobil lampung
rental mobil lampung
honda lampung
sewa mobil lampung